Recent Articles
Home » Posts filed under Kegiatan
Showing posts with label Kegiatan. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan. Show all posts
Wednesday, July 31, 2013
Monday, July 29, 2013
Monday, July 29, 2013
- 0 Comments
Kampus Pertiwi kembali mengadakan serangkaian kegiatan Ramadhan, dengan tema "Pertiwi Peduli Syi'ar Ramadhan" Panitia bersama STIE, STBA dan AKPAR Pertiwi mengadakan serangkaian kegiatan Ramadhan, antara lain: pembagian Ta'jil di jalan pada setiap hari Selasa dan Kamis, Buka puasa bersama dan santunan anak yatim, serta sahur on the road.
Sejak awal Ramadhan, kampus pertiwi sudah mulai membagikan ta'jil kepada para pengendara kendaraan yang melewati kampus pertiwi Cililitan. Acara lainnya yang menjadi agenda kampus pertiwi ialah buka puasa bersama dan santunan anak yatim pada tanggal 25-Juli-2013. Serangkaian acara yang berisikan ceramah keagamaan, marawis, tilawah qur'an, dan beberapa kegiatan lainnya.
![]() |
| Pembacaan surat An-naba oleh Galby (putri Ibu Ekawati) |
Monday, July 15, 2013
Monday, July 15, 2013
- 0 Comments
Akademi Pariwisata (AKPAR) Pertiwi yang merupakan salah satu lembaga pendidikan ternama di Indonesia yang menggeluti bidang Pariwisata dan Perhotelan Selalu mengadakan kuliah wajib "Beauty and handsome Class" bagi mahasiswa/I AKPAR Pertiwi.
Selasa (28/05/13), Kegiatan yang dimulai pukul 9.00 – 13.30 WIB ini, merupakan kegiatan tahunan yang dijalankan dalam rangka melatih mahasiswa/I dalam berpenampilan mulai dari tata busana, perawatan tubuh dan tata wajah , tata rambut baik dalam suasana formal dan non formal. Kegiatan pelatihan beauty class ini wajib diikuti oleh mahasiswa/I D semester VI (bagi yang belum mengikuti) dan semester IV.
Kelas kecantikan yang menjadi pelatihan wajib di Akademi Pariwisata Pertiwi ini , memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan dasar dari tata busana, tata wajah, tata rambut dan sikap-sikap yang harus dilakukan dalam suasana formal dan non formal. Selain untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya kebersihan diri secara keseluruhan juga untuk menanamkan sikap tertib dan rapih dalam keseharian mahasiswa/I dalam berpenampilan, terutama selama dalam lingkungan kampus.
Selasa (28/05/13), Kegiatan yang dimulai pukul 9.00 – 13.30 WIB ini, merupakan kegiatan tahunan yang dijalankan dalam rangka melatih mahasiswa/I dalam berpenampilan mulai dari tata busana, perawatan tubuh dan tata wajah , tata rambut baik dalam suasana formal dan non formal. Kegiatan pelatihan beauty class ini wajib diikuti oleh mahasiswa/I D semester VI (bagi yang belum mengikuti) dan semester IV.
Wednesday, July 3, 2013
Wednesday, July 3, 2013
- 0 Comments
“Apa definisi motivasi menurut Anda?” Serentak para mahasiswa STIE Pertiwi mengangkat tangannya sambil berlomba-lomba mencoba mendefinisikan kata “motivasi” Sabtu, 30 Juni 2013 kampus STIE Pertiwi yang berlokasi di Jl. Dewi Sartika Cililitan dipadati oleh para mahasiswa STIE Pertiwi yang sangat antusias mengikuti acara seminar “Motivasi Penggapai Sukses” Perhelatan yang menghadirkan motivator muda Shiwy Maulina dan Ramaditya Adikara ini merupakan rangkaian seminar wajib bagi mahasiswa STIE Pertiwi.
Setiap manusia pada umumnya mempunyai definisi yang berbeda-beda mengenai Motivasi, begitu juga dengan para mahasiswa yang notabene dalam masa pencarian jatidiri. Tentu ada banyak tujuan yang ingin dicapai di masa muda dan ada banyak cara untuk mencapai tujuan tersebut, asalkan ada motivasi di dalam diri yang tidak pernah padam, pasti tujuan akan tercapai.
Soemanto (1987) secara umum mendefinisikan motivasi sebagai suatu perubahan tenaga yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi-reaksi pencapaian tujuan. Karena kelakuan manusia itu selalu bertujuan. Begitu juga dengan mahasiswa sebagai insan pembelajar tentu mempunyai motivasi yang berbeda-beda untuk mencapai cita-citanya.
Pada sesi pertama, Shiwy Maulina yang merupakan motivator muda menampilkan beberapa video yang menggambarkan pentingnya melihat kelebihan diri sendiri dan pentingnya mengambil hikmah dari sebuah kegagalan atau kesalahan. Manusia di dunia ini hidup dalam kekurangan dan kelebihan masing-masing, jika kita merasa kurang dalam segala hal tentunya di belahan dunia yang lain ada yang lebih kurang dari pada kita. Disinilah pentingnya membangun motivasi untuk senantiasa terus berusaha mencapai cita-cita dan keinginan dengan segala kekurangan maupun keterbatasan yang kita miliki.
Banyak kisah para tokoh besar di dunia ini yang mengawali kisahnya dari keterbatasan, artinya semua manusia punya peluang yang sama besarnya untuk bisa berhasil terlepas dari kekurangan yang dimiliki. Setiap manusia juga punya keunikan yang menjadi ciri khas dan bisa menjadi selling point. Yang menjadi penting adalah bagaimana menemukan potensi dalam diri. Awali dengan menentukan impian serta mengokohkan keyakinan untuk dapat mencapai impian tersebut.
Sesi kedua di isi oleh Ramaditya Adikara, seorang motivator muda juga yang terkenal dengan julukan “Blind Trainer”, Dosen yang memiliki keterbatsan ini mendorong para mahasiswa/i STIE pertiwi agar tidak gampang mudah menyerah dari semua masalah atau rintangan yang sedang dihadapi saat mengejar impian.
Rama yang juga seorang penulis dan mencintai dunia game ini, menceritakan kisah hidupnya dan berbagi pengalaman bagaimana cara memecah keterbatasan menjadi potensi yang luar biasa.
Sesi ini ditutup dengan kesimpulan pentingnya menjadi manusia yang kuat dalam berusaha dan selalu termotivasi untuk selalu mencari ilmu, jadikan aktivitas menyambut pagi dengan niat untuk menuntut ilmu. (Maia)
-----oOo-----
Tuesday, July 2, 2013
Tuesday, July 2, 2013
- 0 Comments
Berdasarkan data yang dimiliki KPUD Prov DKI Jakarta, 20% pemilih berasal dari kalangan pemuda yang berusia 17-23 tahun. Dimana, rata-rata dari mereka adalah pemilih pemula (masyarakat yang baru pertama kali ikut pemilihan umum).
Walaupun pemilihan umum (pemilu) di Indonesia baru akan dilaksanakan pada tahun 2014, namun tingginya apatisme masyarakat terhadap pemilihan umum tersebut sudah mulai terasa pada saat ini. Terutama setelah maraknya berita di berbagai macam media, yang membeberkan beberapa pejabat negara yang melakukan tindak pidana korupsi.
Mahasiswa sebagai pemilih muda perlu mendapatkan edukasi dan sosialisasi agar tidak salah menggunakan hak piilihnya. Metode pendekatan yang digunakan untuk pemilih muda harus dapat mengarahkan pemula sebagai subjek yang akan mendukung dalam proses demokrasi.
Mendukung hal tersebut Kampus Pertiwi Cililitan menyenggarakan dialog terbuka yang berlangsung secara live bertempat di ruang auditorium Pertiwi, pada Sabtu, 22 Juni 2013 acara ini di pandu oleh Misty Malik, menghadirkan Bapak Prof. DR. H. Amin Rais, Dwiki Dharmawan, Didin Bagito dan perwakilan dari KPUD Prov DKI Jakarta, dan di tayangkan on air oleh 103.4 Radio Jakarta. Dalam dialog terbuka ini Bapak Prof. DR. H. Amin Rais membuka cara pandang para pemuda, khususnya mahasiswa Pertiwi dan para pendengar 103.4 Radio Jakarta, bahwa salah satu bentuk demokrasi adalah dengan adanya pemilihan umum yang bertujuan untuk menyalurkan keinginan rakyat, karena tanpa demokrasi pemerintahan akan berjalan secara otoriter.
Peran pemuda sebagai penerus bangsa dalam pesta demokrasi dapat diwujudkan dengan berpartisipasi dalam pesta demokrasi dengan penuh rasa tanggung jawab dan menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya. Begitu juga ditegaskan oleh Bapak Reformasi Indonesia, Partai Politik yang ikut dalam pesta demokrasi harus dapat menampung keinginan rakyat serta memiliki moralitas yang tinggi. Sosok wakil rakyat yang bisa memenuhi kriteria untuk dipilih diantaranya memenuhi 3 (tiga) hal: Mampu memegang amanat, Jujur dan tahan uji. Karena ketika wakil rakyat dipilih oleh rakyatnya maka tanggung jawab dan kesetiaannya tidak lagi terhadap partainya namun sepenuhnya kepada bangsanya.
Monday, July 1, 2013
Tuesday, June 18, 2013
Tuesday, June 18, 2013
- 0 Comments
Menghadirkan :
- Amien Rais
- Ketua KPUD Prov. DKI Jakarta
- Dwiki Darmawan - Didin Bagito
- Leonidas Band
Sabtu 22 Juni 2013 Pk. 10.00 - 12.00 WIB at Kampus Pertiwi Cililitan,
Jl. Dewi Sartika Kav. 2-3 Cililitan, Jakarta Timur
TICKET : FREE
Wednesday, June 12, 2013
Wednesday, June 12, 2013
- 0 Comments
Akademi Pariwisata Pertiwi mengadakan seminar kepariwisataan, dengan mengangkat tema “Konsinyering Keunggulan Produk dan Keunggulan Daya Tarik Pariwisata Dalam Rangka Pengembangan Pencitraan di Indonesia” Seminar ini, di bawakan lansung oleh Ibu Terta Tianiafi selaku asisten mentri pariwisata Indonesia. Pada seminar ini dijelaskan perkembangan industri pariwisata Indonesia di mata Internasional dan berbagai macam keragaman pariwisata Indonesia yang memiliki potensi untuk berkembang.
Di awal sesi pembicara menanyakan kepada para peserta seminar, kenapa kalian memilih untuk masuk ke dalam dunia pariwisata? Para peserta yang merupakan mahasiswa akademi pariwisata ada yang menjawab kalau Ia memilih dunia pariwisata karena menyukai kegiatan traveling.
Ibu Terta sedikit menjelaskan bahwa dunia industri pariwisata bukan sekedar jalan-jalan semata, melainkan bagaimana cara kita untuk membangun setiap objek di berbagai daerah untuk menghasilkan income bagi para industri pariwisata itu sendiri. Beliau juga memberi motivasi kepada peserta seminar agar tidak berendah diri karena nantinya akan menjadi lulusan pariwisata, tetapi justru harus bangga menjadi lulusan pariwisata karena pariwisata ini memberikan dampak positif untuk suatu negara.
Konsinyering yang merupakan q proses mengumpulkan pegawai di suatu tempat (hotel, penginapan, ruang rapat lainnya) untuk menggarap pekerjaan secara intensif yang sifatnya mendesak. Indonesia adalah Negara yang mempunyai berbagai macam ke anekaragaman dari budaya, wisata, sosial, hingga tempat tempat untuk di kunjungi oleh para wisatawan asing. Namun, kita juga mengetahui bahwa banyak objek-objek wisata di Indonesia yang sekarang sudah semakin rusak karena tidak terkelola dengan baik.
Oleh karena itulah kementrian pariwisata melakukan konsinyering untuk menggali keunggulan produk dan keunggulan daya tarik pariwisata yang akan dipromosikan kepada dunia internasional sebagai langkah pengembangan pencitraan pariwisata Indonesia di mata dunia.
Langkah yang dilakukan oleh kementrian pariwisata antara lain melakukan gerakan 16:7:16 yang berarti 16 destinasi utama yang difokuskan untuk di tata atau dipasarkan ke luar negri dan 7 pariwisata tematik serta 16 pasar. tempat tempat yang akan diprogam meliputi Danau Toba, Kota Tua, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo - Semeru, Kintamani, Menjongan, Gunung Rinjani, Pulau Komodo, Ende D Kelimutu, Tanjung Puting, Tanah Toraja, Pulau Bunaken, Wakatobi, dan Raja Ampat. Progam ini adalah kesepakatan antara pariwisata indonesia dan luar negri untuk mendapat perhatian khusus serta menjual dan memperkenalkan 16 tempat tersebut ke mata dunia untuk dapat di kunjungi oleh wisatawan asing.
Berdasarkan hasil quick count yang di lakukan oleh kementrian pariwisata, sektor kepariwisataan tahun 2012 memiliki dapak positif terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Antara lain 8,37% atau sekitar 9,28 juta orang dari total angkatan kerja dan Rp. 104,5 trilyun untuk upah gaji tenaga pariwisata.
Sangat mengejutkan bukan? Oleh karena itu Ibu Terta Tianiafi selaku pembicara seminar yang mewakili Kementrian Pariwisata Indonesia mengatakan kepada para mahasiswa dan mahasiswi pariwisata untuk berbangga hati menjadi lulusan pariwisata, karena dapat membantu perputaran roda perekonomian pada suatu daerah pariwisata dan meningkatkan perolehan devisa negara dari kunjungan wisatawan asing.
Seminar ini diakhiri dengan mengisi kuesioner dan bernyanyi lagu daerah bersama-sama. Civitas Akademi Pariwisata Pertiwi sangat senang dengan diadakannya seminar seperti ini, karena mereka merasa memperoleh manfaat dan membuka carkrawala tentang dunia pariwisata domestik di mata internasional. Para mahasiswa mengharapkan agar seminar-seminar mengenai dunia kepariwisataan diadakan lagi untuk meng-update informasi mengenai perkembangan dunia pariwisata Indonesia. (Sumber)
Di awal sesi pembicara menanyakan kepada para peserta seminar, kenapa kalian memilih untuk masuk ke dalam dunia pariwisata? Para peserta yang merupakan mahasiswa akademi pariwisata ada yang menjawab kalau Ia memilih dunia pariwisata karena menyukai kegiatan traveling.
Ibu Terta sedikit menjelaskan bahwa dunia industri pariwisata bukan sekedar jalan-jalan semata, melainkan bagaimana cara kita untuk membangun setiap objek di berbagai daerah untuk menghasilkan income bagi para industri pariwisata itu sendiri. Beliau juga memberi motivasi kepada peserta seminar agar tidak berendah diri karena nantinya akan menjadi lulusan pariwisata, tetapi justru harus bangga menjadi lulusan pariwisata karena pariwisata ini memberikan dampak positif untuk suatu negara.
Konsinyering yang merupakan q proses mengumpulkan pegawai di suatu tempat (hotel, penginapan, ruang rapat lainnya) untuk menggarap pekerjaan secara intensif yang sifatnya mendesak. Indonesia adalah Negara yang mempunyai berbagai macam ke anekaragaman dari budaya, wisata, sosial, hingga tempat tempat untuk di kunjungi oleh para wisatawan asing. Namun, kita juga mengetahui bahwa banyak objek-objek wisata di Indonesia yang sekarang sudah semakin rusak karena tidak terkelola dengan baik.
Oleh karena itulah kementrian pariwisata melakukan konsinyering untuk menggali keunggulan produk dan keunggulan daya tarik pariwisata yang akan dipromosikan kepada dunia internasional sebagai langkah pengembangan pencitraan pariwisata Indonesia di mata dunia.
Langkah yang dilakukan oleh kementrian pariwisata antara lain melakukan gerakan 16:7:16 yang berarti 16 destinasi utama yang difokuskan untuk di tata atau dipasarkan ke luar negri dan 7 pariwisata tematik serta 16 pasar. tempat tempat yang akan diprogam meliputi Danau Toba, Kota Tua, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo - Semeru, Kintamani, Menjongan, Gunung Rinjani, Pulau Komodo, Ende D Kelimutu, Tanjung Puting, Tanah Toraja, Pulau Bunaken, Wakatobi, dan Raja Ampat. Progam ini adalah kesepakatan antara pariwisata indonesia dan luar negri untuk mendapat perhatian khusus serta menjual dan memperkenalkan 16 tempat tersebut ke mata dunia untuk dapat di kunjungi oleh wisatawan asing.
Berdasarkan hasil quick count yang di lakukan oleh kementrian pariwisata, sektor kepariwisataan tahun 2012 memiliki dapak positif terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Antara lain 8,37% atau sekitar 9,28 juta orang dari total angkatan kerja dan Rp. 104,5 trilyun untuk upah gaji tenaga pariwisata.
Sangat mengejutkan bukan? Oleh karena itu Ibu Terta Tianiafi selaku pembicara seminar yang mewakili Kementrian Pariwisata Indonesia mengatakan kepada para mahasiswa dan mahasiswi pariwisata untuk berbangga hati menjadi lulusan pariwisata, karena dapat membantu perputaran roda perekonomian pada suatu daerah pariwisata dan meningkatkan perolehan devisa negara dari kunjungan wisatawan asing.
Seminar ini diakhiri dengan mengisi kuesioner dan bernyanyi lagu daerah bersama-sama. Civitas Akademi Pariwisata Pertiwi sangat senang dengan diadakannya seminar seperti ini, karena mereka merasa memperoleh manfaat dan membuka carkrawala tentang dunia pariwisata domestik di mata internasional. Para mahasiswa mengharapkan agar seminar-seminar mengenai dunia kepariwisataan diadakan lagi untuk meng-update informasi mengenai perkembangan dunia pariwisata Indonesia. (Sumber)
Sabtu (04/05/13), Auditorium Utama Kampus Pertiwi dipadati para mahasiswa dan mahasiswi yang berasal dari berbagai program studi, untuk mengikuti seminar satu hari yang diadakan oleh Program studi Sastra Inggris Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi (STBA).
Dalam sambutannya Bapak Didi Mulyadi, S.S., M.M. selaku Ketua STBA Pertiwi mengungkapkan bahwa dalam seminar ini akan banyak ilmu dan pengalaman yang akan diperoleh peserta dari para Trainer dalam rangka pengembangan diri.
Sesi pertama tampil sebagai pembicara salah satu news presenter dan anchor Metro TV Rieke Carolina yang membawakan tema “English for Jurnalism” Sebagai praktisi dibidang jurnalistik televisi, pemenang runner up miss tourism tahun 2009 ini, banyak membagi kisahnya dalam membangun mimpi dan cita-citanya yang telah dibangun sejak dibangku sekolah, sampai akhirnya menjadi anchor di salah satu televisi berita nomor satu di Indonesia.
“Dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik, kita akan mampu menjelajah dan berkomunikasi dengan orang-orang yang ada dibelahan dunia lain” ungkap wanita yang fasih berbahasa Inggris dan mandarin ini.
Sesi pertama ditutup dengan acara simulasi kelompok untuk menyampaikan berita dalam bentuk live Report, Headline, Talkshow. Keluar sebagai pemenang kelompok yang membawakan live report dalam bahasa Inggris dengan tema Mayday, berkat kerjasama kelompok dan pembagian tugas yang baik akhirnya dihasilkan berita yang menarik dan kreatif.
Sesi kedua tidak kalah menarik, karena menampilkan Mohammad Anthoni yang merupakan alumni STBA Pertiwi angkatan pertama, sebagai seorang praktisi jurnalistik yang sudah malang melintang di dunia broadcasting, ia mengungkapkan bahwa yang diperlukan dalam membuat suatu pemberitaan di media baik cetak maupun online adalah Lead atau teras paragraph, selain itu news manager Antara International Broadcasting ini menjabarkan juga point-point penting yang harus dimiliki oleh sebuah berita yang akan dikonsumsi oleh publik, yakni; berita harus mendidik, memberdayakan dan mencerahkan.
Sebagai bentuk latihan para peserta seminar diminta aktif mengikuti simulasi press conference, yang mengangkat tema “eyang subur”. Dituntut kemampuan dari masing-masing pemeran untuk dapat mengungkapkan pernyataan, jawaban, opini maupun pendapat dalam kesempatan tersebut.
Suasana riang dan penuh tawa canda tercipta dari simulasi tersebut, selain mendapatkan ilmu jurnalistik, para peserta seminar juga dilatih public speaking.
Sesi ketiga yang merupakan akhir dari rangkaian seminar sehari menampilkan seorang praktisi di bidang Jurnalistik Radio. Harus diakui bahwa animo masyarakat dewasa ini menurun pada radio sebagai salah satu media informasi bagi khalayak banyak. Hal ini terjadi karena semakin tinggi nya tingkat perkembangan teknologi khususnya internet.
Invasi teknologi tidak hanya berdampak pada media cetak yang semakin hari semakin menurun oplahnya, tapi juga terhadap media radio. Melihat kenyataan ini Ahmad Winarno pembicara yang juga pemilik dari Mitra FM Radio Bekasi ini membuka wawasan para peserta bahwa sebenarnya yang diperlukan di zaman ini adalah pengintegrasian antara teknologi dalam hal ini social media dengan radio.
Siapa yang tidak kenal istilah Facebook, Twitter, Google, Flickr, Youtube, ataupun Wordpress. Hampir semua orang terutama dikalangan mahasiswa kenal dan terbiasa dengan istilah-istilah tersebut, bahkan seperti diungkap Ahmad Winarno berdasarkan survey yang diambil dari google tahun 2011, bahwa konsumsi internet masyarakat saat ini mencapai 5 – 7 jam perhari mengalahkan televisi dan radio.
Yang harus dilakukan oleh radio saat ini adalah mensinergikan fungsi radio dengan fasilitas internet, sehingga sudah mulai banyak masyarakat yang mengakses radio dengan cara live streaming dengan memanfaatkan gadget yang semakin hari semakin canggih seperti handphone, laptop, Ipad.
Diakhir sesi ketiga ini para peserta seminar diminta membuka facebook-nya masing-masing dan berlatih membuat link berita dan membagikan ke pada teman-temannya di facebook.
Dengan adanya seminar ini diharapkan para mahasiswa/i mempunyai pengetahuan dan pengalaman di bidang jurnalistik, karena dunia jurnalistik sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, khususnya bagi para peserta, seminar ini dapat memotivasi untuk lebih dalam mempelajari dan menguasai bahasa Inggris sebagai bahasa yang universal dan dunia jurnalistik sebagai salah satu bidang pekerjaan yang sangat dinamis dan menjajikan.
Dalam sambutannya Bapak Didi Mulyadi, S.S., M.M. selaku Ketua STBA Pertiwi mengungkapkan bahwa dalam seminar ini akan banyak ilmu dan pengalaman yang akan diperoleh peserta dari para Trainer dalam rangka pengembangan diri.
Sesi pertama tampil sebagai pembicara salah satu news presenter dan anchor Metro TV Rieke Carolina yang membawakan tema “English for Jurnalism” Sebagai praktisi dibidang jurnalistik televisi, pemenang runner up miss tourism tahun 2009 ini, banyak membagi kisahnya dalam membangun mimpi dan cita-citanya yang telah dibangun sejak dibangku sekolah, sampai akhirnya menjadi anchor di salah satu televisi berita nomor satu di Indonesia.
“Dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik, kita akan mampu menjelajah dan berkomunikasi dengan orang-orang yang ada dibelahan dunia lain” ungkap wanita yang fasih berbahasa Inggris dan mandarin ini.
Sesi pertama ditutup dengan acara simulasi kelompok untuk menyampaikan berita dalam bentuk live Report, Headline, Talkshow. Keluar sebagai pemenang kelompok yang membawakan live report dalam bahasa Inggris dengan tema Mayday, berkat kerjasama kelompok dan pembagian tugas yang baik akhirnya dihasilkan berita yang menarik dan kreatif.
Sesi kedua tidak kalah menarik, karena menampilkan Mohammad Anthoni yang merupakan alumni STBA Pertiwi angkatan pertama, sebagai seorang praktisi jurnalistik yang sudah malang melintang di dunia broadcasting, ia mengungkapkan bahwa yang diperlukan dalam membuat suatu pemberitaan di media baik cetak maupun online adalah Lead atau teras paragraph, selain itu news manager Antara International Broadcasting ini menjabarkan juga point-point penting yang harus dimiliki oleh sebuah berita yang akan dikonsumsi oleh publik, yakni; berita harus mendidik, memberdayakan dan mencerahkan.
Sebagai bentuk latihan para peserta seminar diminta aktif mengikuti simulasi press conference, yang mengangkat tema “eyang subur”. Dituntut kemampuan dari masing-masing pemeran untuk dapat mengungkapkan pernyataan, jawaban, opini maupun pendapat dalam kesempatan tersebut.
Suasana riang dan penuh tawa canda tercipta dari simulasi tersebut, selain mendapatkan ilmu jurnalistik, para peserta seminar juga dilatih public speaking.
Sesi ketiga yang merupakan akhir dari rangkaian seminar sehari menampilkan seorang praktisi di bidang Jurnalistik Radio. Harus diakui bahwa animo masyarakat dewasa ini menurun pada radio sebagai salah satu media informasi bagi khalayak banyak. Hal ini terjadi karena semakin tinggi nya tingkat perkembangan teknologi khususnya internet.
Invasi teknologi tidak hanya berdampak pada media cetak yang semakin hari semakin menurun oplahnya, tapi juga terhadap media radio. Melihat kenyataan ini Ahmad Winarno pembicara yang juga pemilik dari Mitra FM Radio Bekasi ini membuka wawasan para peserta bahwa sebenarnya yang diperlukan di zaman ini adalah pengintegrasian antara teknologi dalam hal ini social media dengan radio.
Siapa yang tidak kenal istilah Facebook, Twitter, Google, Flickr, Youtube, ataupun Wordpress. Hampir semua orang terutama dikalangan mahasiswa kenal dan terbiasa dengan istilah-istilah tersebut, bahkan seperti diungkap Ahmad Winarno berdasarkan survey yang diambil dari google tahun 2011, bahwa konsumsi internet masyarakat saat ini mencapai 5 – 7 jam perhari mengalahkan televisi dan radio.
Yang harus dilakukan oleh radio saat ini adalah mensinergikan fungsi radio dengan fasilitas internet, sehingga sudah mulai banyak masyarakat yang mengakses radio dengan cara live streaming dengan memanfaatkan gadget yang semakin hari semakin canggih seperti handphone, laptop, Ipad.
Diakhir sesi ketiga ini para peserta seminar diminta membuka facebook-nya masing-masing dan berlatih membuat link berita dan membagikan ke pada teman-temannya di facebook.
Dengan adanya seminar ini diharapkan para mahasiswa/i mempunyai pengetahuan dan pengalaman di bidang jurnalistik, karena dunia jurnalistik sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, khususnya bagi para peserta, seminar ini dapat memotivasi untuk lebih dalam mempelajari dan menguasai bahasa Inggris sebagai bahasa yang universal dan dunia jurnalistik sebagai salah satu bidang pekerjaan yang sangat dinamis dan menjajikan.
Subscribe to:
Posts (Atom)









